Efesus 2:12
"Pada waktu itu saudara tidak bersatu dengan Kristus, saudara adalah orang asing yang tidak tergolong pada umat Allah yang terpilih. Saudara tidak termasuk dalam ikatan perjanjian yang dibuat Allah dengan umatnya. Saudara hidup dalam dunia ini dengan tidak mempunyai harapan dan tidak menyembah Allah yang benar"
(Terjemahan Bahasa Indonesia sehari2)
Saya mau sharing dari pengalaman saya sendiri mengenai ini. Sebelum saya menjadi percaya pada Yesus Kristus, beneran kerasa nggak sih hidup saya ini tanpa harapan? Melihat ke belakang lagi, saya rasa.. sepertinya iya.
= = =
Saya hidup kayak orang biasa kok.. super biasa.. mungkin berbeda di bagian dipindahkan sekolah dan tinggal di rumah sodara dan kos, dan hampir semuanya mandiri.
Makan, sekolah, pulangnya main, tidur, belajar utk ulangan, tidur utk bangun pagi besoknya.. Ya normal lah, seperti orang2 lain. Hobi baca komik, bikin komik. Karena agak terbebas dari aturan famili, hampir semua kegiatan saya ikutan teman2. Terus bisa ngomong bahasa Jawa. Lalu bisa main game online (sblmnya internetan aja gaptek). Saya lebih rajin belajar dari kebanyakan teman main saya. Mungkin akibat terisolali merantau, jadi banyak waktu kosong di kos, makanya bs dipake belajar. Jadi nilai saya sebagian besar diatas rata2. Sekolah aman, mainpun jadi bebas.
Nah.
Begitu di suatu waktu di kelas 2 SMA (yg banyak saya sebut juga di post lain), rasanya ada perbedaan dalam menjalani hidup. Yang bikin keseharian BIASA dan NORMAL saya sebelum2 itu, kalo dibandingkan dengan setelahnya jadi kerasa NO HOPE.
= = =
Tiap orang kan pasti mati, tapi apa setelah mati itu nggak banyak dibahas di sekitar saya (atau mungkin saya yg kurang tanggap :p).
Tapi setelah diberitahu setelah mati ada kepastian keselamatan, karena semua dosa saya sudah ditanggungkan kepada Yesus di salib, dan surga itu pasti, hidup kekal setelah mati..(dan juga bagian dibangkitkan ketika Yesus datang kembali--yg waktu itu saya blm paham betul) rasanya ada suatu yang ngisi lubang yang selama ini nggak sering dibahas itu.
Patok yang kuat yang dipasang di ujung jauh kematian yang belum saya capai itu. Patok/pasak/jangkar/yg sejenis itulah--yang kuat! Setelah itu terpasang, rasanya semua yang saya jalani sekarang ini jadi berbeda. Belum lagi Tuhan (dalam Roh kudus) tinggal di dalam kita selama di dunia.
![]() |
Kesannya seperti ini |
Makan nggak lagi terasa makan yang sama, belajar dan sekolah jadi terlihat berbeda, bermain sepulang sekolah jadi berbeda, belajar buat ulangan jadi berbeda. Semua jadi ringan! Ada harapan jauh di depan melebihi kematian, dan Tuhan menyertai selama melakukan semua itu.. terus apalagi yg perlu diberat2kan, atau dipusing2kan di dunia?
Makanya ada istilah lahir baru, manusia baru, dalam iman Kristen. Soalnya jadi kayak re-born! Ngelihat segala sesuatunya baru. Apalagi habis saya dibaptis, dan dlm perjalanan pulang (naik motor). Kerasa banget.. tembok gereja, pagar, dan jalanan pulang dengan kendaraan2nya aja, terasa bener2 baru! Amazing.
= = =
Kadang2 kalo lagi terlalu sibuk dgn masalah2 lain, saya kangen perasaan itu lagi, ketika ngeliat segalanya baru dengan sangat kuat. Kesadaran itu kyknya melemah kalau lagi byk haha >_< Tapi bs ditemui lagi sih, asal inget lagi patok yang sudah dikasih lewat Yesus Kristus buat saya. Dan tinggal ngomong aja lgsg dengan Bapa (kan Roh kudusnya juga ada setiap hari).
Atau diingatkan, ketika denger kisah lahir baru dari seorang, atau kisah orang yg bener2 hidup setiap hari dalam iman ini--dan berbuah secara nyata, dlsb. Diingatkan lagi, kita punya warisan yang sama! Harapan setelah kematian.
= = =
Efesus 2:13--lanjutan yg td
"Tetapi sekarang, karena saudara sudah bersatu dengan Yesus Kristus, saudara yang dahulu jauh, telah didekatkan dengan kematian Kristus"
(Terjemahan Bahasa Indonesia sehari2)
Lewat salib, sudah didamaikan dengan Allah. Boleh manggil Allah dengan sebutan Bapak/Ayah/Papa/dsb. Bisa ketemu Bapa dengan mudah. Buat yg baca, yg tau dirinya dipanggil oleh Allah utk diperdamaikan lewat Kristus, this HOPE is for you too! Janji2Nya sungguhan bisa dialami! Bertobat, terima karya Yesus Kristus, dan kenallah Ia secara pribadi. :)
May this bless you..
Posting Komentar